Tentang Cara Memimpin Serikat Buruh Yang Tepat

S ebagai sebuah organisasi massa serikat buruh ya a ng militan dan demokratis sangat ditentukan oleh kekuatan massa buruh, anggota dan kep...

Sebagai sebuah organisasi massa serikat buruh yaang militan dan demokratis sangat ditentukan oleh kekuatan massa buruh, anggota dan kepemimpinannya. Tapi diatas semua itu: kesadaran buruhlah yang akan lebih banyak menentukan watak perjuangan setiap anggota dan organisasi itu sendiri. Perjuangan yang dilakukan oleh serikat buruh, dimulai dari perjuangan yang bersifat sederhana dan ringan yaitu perjuangan dengan tuntutan sosial-ekonomi, kemudian meningkat pada perjuangan yang lebih pelik dan tingkat dan bentuk yang lebih tinggi, hanya mungkin dapat dilakukan dengan organisasi serikat buruh yang besar/mayoritas dan kuat. Kesadaran berorganisasi di kalangan buruh lahir ketika dalam perjuangan melawan penghisapan dan penindasan kapitalis memberikan pelajaran bahwa perjuangan itu tidak dapat dilakukan dengan cara merusak perkakas produksi. Perjuangan itu yang pada mulanya hanya berupa perjuangan untuk perbaikan syarat-syarat kerja, mengharuskan klas buruh untuk mengorganisasi diri dalam Serikat buruh. Pada zaman sekarang perjuangan klas buruh dan klas klas terhisap dan tertindas lainnya telah merupakan hal ihwal yang perlu dan banyak segi. Perjuangan itu tidak lagi hanya berlangsung di bidang ekonomi, tetapi telah pula berlangsung di bidang politik, sosial dan kebudayaan.


Organisasi massa buruh/Serikat buruh sangat penting perannya dan diperlukan untuk memperjuangkan tuntutan-tuntutan dari buruh terutama menyangkut kepentinagnnya yang sederhana, terutama pemenuhan atas hak dasarnya (sosial-ekonomi). Sedangkan perjuangan yang lebih tinggi sifatnya dibutuhkan persatuan dari berbagai sektor dan golongan massa, kaum tani, Nelayan, intelektual progresif, pemuda dan pelajar, perempuan dll, mengorganisasikan diri dalam organisasi-organisasi massa. Serikat buruh diperlukan untuk memperjuangkan kepentingan-kepentingan buruh itu sendiri terutama anggotanya mulai yang sederhana seperti kepentingan ekonomi, hak-hak dasar buruh dan sebagainva. Sebuah serikat buruh akan mampu memimpin anggotanya, jika ia berlandaskan teori dan praktek yang maju untuk membimbing massa dan perjuangannya. Teori tersebut berfungsi untuk memecahkan masalah-masalah yang timbul dari praktek perjuangan massa. Dengan hal itu, diharapkan sebuah serikat mampu mengorganisasikan massa dan menyatukan fikiran, kemauan dan tindakan dari anggota anggotanya. Hanya dengan orientasi yang tepat, garis politik serta dengan mempersatukan barisannya sendiri, sebuah serikat akan dapat menegakkan kepemimpinannya terhadap perjuangan massa yang digelorakan.

Setiap organisasi massa hanya bisa berjalan baik dan menjadi alat perjuangan yang tepat, jika mempuyai pimpinan yang mampu menjalankan kewajiban-kewajibannya. Oleh karena itu, masalah menjalankan kepimpinanan yang tepat sangat penting dan menentukan bagi sebuah organisasi.

 
 

Prinsip-Prinsip Dasar Organisasi massa buruh

Organisasi Massa Buruh adalah organisasi yang dibangun oleh massa dan tentukan sebagai alat untuk memperjuangkan permasalahan sosial ekonomi dan hak politiknya dengan kata lain hak demokratis. Artinya Serikat Buruh harus dibangun berdasarkan jenis industri/produksi dan wilayah dimana massa tersebut berkumpul. Agar Serikat Buruh dapat berjalan sesuai dengan tujuan dan menjalankan fungsinya dengan betul maka Serikat Buruh harus memiliki prinsip terbuka, artinya setiap massa yang terklasifikasi ke dalam beberapa klas di dalam masyarakat tentunya berdasarkan jenis kerja dapat menjadi anggota dari Ormas. Selanjutnya Independent, artinya Ormas tersebut tidak mengikatkan diri pada satu organisasi politik yang pada prinsipnya menghalangi tujuan dan atau menghalangi fungsi dari organisasi. Tetapi Ormas dapat bekerja sama dengan siapa saja yang sejalan dengan tujuan dan melanggengkan fungsinya sebagai alat perjuangan. Karena Ormas dibentuk oleh massa dan untuk memperjuangkan hak-hak demokratis massa maka Ormas mesti menyandarkan diri pada massa, artinya bahwa segala sesuatu yang menyangkut kepentingan massa mesti dihasikan dan dikerjakan oleh massa. Mengingat keberadaan dari elemen demokratis di dalam masyarakat maka Ormas juga harus memegang prinsip persatuan dan kesatuan sebagai bentuk dari solidaritas perjuangan bersama.


Untuk mewujudkan semua itu, Ormas mesti berkarakter luas, artinya bahwa Ormas mesti mampu mengakomodir kepentingan demokratis massanya yang terklasifikasi ke dalam jenis industri/produksi serta mempunyai program yang didukung oleh massa luas. Nasional Patriotis, artinya Ormas mesti melawan segala macam bentuk penjajahan baik secara fisik maupun struktural yang dilakukan oleh Imperialisme dan kaki tangannya di dalam negeri dan dibangun berdasarkan teritorial secara nasional. Demokratis, artinya bersama elemen lain di masyarakat melawan sisa-sisa hubungan produksi feodalistik yang tetap berkembang. Militan, artinya Organisasi massa yang menyandarkan diri pada kekuatan internal dan konsisten memperjuangkan kepentingan sosial-ekonomi dan politik kelasnya dan menolak kompromi tak berprinsip. Agar aktivitas perjuangan dapat berjalan lancar, beberapa prinsip dasar organisasi massa akan diletakkan sebagai pijakan dasar. Prinsip-prinsip tersebut adalah:


Demokrasi Terpusat/Disiplin dan Demokratis

Yaitu prinsip berorganisasi berdasarkan pada demokrasi yang dipusatkan dan kepemimpinan pusat yang berbasis demokrasi. Tujuan prinsip ini adalah membawa kesatuan tindakan (secara politik atau organisasi) dari massa agar tidak terpecahbelah ketika harus mengambil tindakan nyata. Kekompakan dari seluruh jajaran organisasi adalah jaminan untuk memenangkan perjuangan massa secara luas.


Disiplin adalah bersifat utama dan strategis sedangkan demokratis adalah bersifat sekunder dan taktis untuk menuju disiplin. Untuk menjalankan organisasi maka yang utama adalah kesepakatan-kesepakatan yang harus dipatuhi secara disiplin agar roda demokrasinya dapat berjalan dan menguatkan organisasi. Disiplin harus dijalankan dan ditegakan oleh setiap anggota. Semua keputusan diambil dalam forum demokratis berdasarkan suara mayoritas. Kalau sudah menjadi keputusan maka harus dijalankan oleh seluruh orang yang mengambil keputusan tersebut. Walaupun minoritas tidak setuju namun dia pun harus ikut menjalankan, sampai saat yang ditentukan untuk meninjau ulang keputusan tersebut. Prinsip disiplin-demokratis adalah prinsip yang menjaga agar organisasi tidak terjebak ke dalam birokratisme dan liberalisme.


Tujuan prinsip ini adalah membawa kesatuan tindakan (secara politik atau organisasi) dari seluruh massa anggota agar tidak terpecahbelah ketika harus mengambil tindakan nyata. Kekompakan dari seluruh jajaran ormas adalah jaminan untuk memenangkan perjuangan massa secara luas.


Pelaksanaan dari prinsip ini adalah melalui disiplin:

Seluruh badan organisasi harus mengikuti prinsip kepemimpinan kolektif dan memecahkan persoalan secara kolektif.


Garis Massa

Prinsip garis massa adalah prinsip yang mengatur agar organisasi kita tidak jatuh pada komandoisme atau kecenderungan untuk bergerak jauh meninggalkan kesadaran politik obyektif massa dan situasi politik sehingga organisasi hanya bergerak berdasarkan pikiran-pikiran subyektif para pimpinan saja yang jauh diatas keberanian massa. Massa anggota adalah tulang punggung dalam perjuangan. Persatuan dari seluruh anggota yang akan bergerak untuk merebut kemenangan. Garis massa hanya akan bisa dimiliki oleh organisasi progresif yang selalu berada dalam perjuangan bersama dengan persatuan seluruh anggota. Garis massa pun mempertegas arti bahwa perjuangan ini semua adalah untuk kepentingan bersama baik yang sudah menjadi anggota maupun yang belum. Dalam pelaksanaannya setiap pimpinan harus hidup ditengah anggota, mendengar pandangan-pandangan dari anggota dan kemudian menyimpulkan serta melaporkan pada organ yang diatasnya. Organ yang lebih atas kemudian mempelajari dan memutuskan langkah dan gerak yang harus diambil oleh pimpinan pada basis dimana dia tinggal dan berjuang bersama.


Garis Massa, yaitu prinsip yang melandasi semua pekerjaan sehari. Prinsipnya adalah “dari massa untuk massa”. Segala sesuatunya datang dari massa dan untuk massa. Kita mula dari kebutuhan massa yang obyektif dan sedikit demi sedikit kita tingkatkan kesadarannya. Untuk itu beberapa prinsip garis massa yang harus dipegang secara teguh oleh para pimpinan adalah :


Kritik Otokritik

Kritik Oto Kritik adalah senjata ampuh untuk memecahkan segala kesulitan, memperbaiki kesalahan dan kemajuan praktek. Oleh karenannya, kita tidak takut akan dikritik Justru dengan kritik otokritik kita dapat membersihkan kebiasaan jelek dan merawat serta memelihara yang baik. Seperti yang sering kita katakan bahwa sebuah ruangan akan bertumpuk dengan debu, jika tidak pernah dibersihkan dan juga muka kita akan kelihatan kotor jika tidak pernah dicuci. Demikian juga pikiran dan pekerjaan kita juga perlu untuk dibersihkan dan dicuci dengan teratur.


Prinsip yang penting dalam kritik otokritik adalah pertama ‘belajar dari kesalahan masa lalu untuk lebih hati-hait dimasa depan’ dan mengobati penyakit dan menyembuhkan pasien’. Kesalahan-kesalahan dimasa lalu harus dibongkar dengan tidak segan-segan, keburukan masa lampau harus dianalisa dan dikritik secara ilmiah. Agar pekerjaan di kemudian hari dapat dilakukan dengan lebih hati-hati dan lebih baik. Itulah arti belajar dari kesalahan masa lalu untuk lebih hati-hati dimasa depan. Cara melakukannya adalah seperti seorang dokter mengobati orang sakit, yaitu untuk menyelamatkan si sakit itu dan bukan untuk membuat orang mati. Kritik otokritik tidak ditujukan untuk membuat perpecahan, tetapi justru untuk memperkuat persatuan dan memajukan perjuangan. Oleh karenanya, kritik otokritik tidak boleh dilakukan secara serampangan dengan maksud mencari-cari kesalahan orang lain atau untuk melampiaskan dendam. Karena jika hal tersebut dilakukan, maka hanya akan merusak persatuan dan memundurkan perjuangan.


Kritik Otokritik dapat dilakukan baik dilapangan politik maupun organisasi berdasarkan pada kesimpulan intisari yang telah kita rumuskan ketika melakukan penilaian atas pengalaman praktek. Dengan kritik otokritik, pimpinan dapat lebih lanjut mencari akar penyebab dari kelemahan dan kegagalan secara politik dan organisasi pada internal organisasi. Namun demikian kritik otokritik juga harus sampai menemukan jalan keluar untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan. Kemudian, tidak terhenti hanya sebatas menemukan kesalahan/kegagalan dan jalan keluar untuk mengatasinya. Karena hal yang juga penting untuk menunjukan keseriusan kerja kita adalah bagaimana memperbaiki kesalahan yang ada. Misalnya, arti penilaian pengalaman praktek kita dapat dimengerti bahwa kerja propaganda dan perjuangan massa dari serikat kita sangat lemah. Setelah dilakukan kritik otokritik, maka kita dapat menemukan dua hal penyebab utama secara internal, dalam diri para pimpinan yaitu masih lemahnya kerja investigasi sosial, karena subyekjtifisme para pimpinan yang masih kuat sehingga pimpinan tidak cukup mengerti tentang persoalan massa anggota, dan kedua masih belum erat hubungan atau pertalian pimpinan dengan anggota karena kesadaran pimpinan yang masih lemah. Yang harus kemudian dilakukan adalah melakukan penyelidikan sosial untuk lebih mengerti tentang persoalan-persoalan massa buruh dan dapat lebih erat berhubungan dengan massa buruh.


Sistem Kerja Komite

Kolektivisme erat hubungannya dengan kepemimpinan. Artinya kepemimpinan organisasi tidak bisa berdasarkan individual namun merupakan kerjasama dalam sebuah kolektif baik dari tingkatan paling atas maupun ditingkatan paling rendah. Kolektivisme juga menyangkut pada persoalan kehidupan sehari-hari anggota. Setiap anggota adalah bagian dari sebuah kolektif atau bahkan lebih dari satu. Kesulitan seorang kawan adalah kesulitan bersama dan harus dipecahkan secara bersama-sama. Persoalan kolektif adalah persoalan setiap anggota kolektif.


Sistem kerja Komite, yaitu pelaksanaan praktek sehari-hari dari prinsip demokrasi terpusat dan kepemimpinan kolektif. Hal tersebut dilakukan untuk melawan praktek-praktek yang pada prinsipnya melemahkan organisasi itu sendiri, praktek tersebut antara lain profesionalisme, birokratisme, liberalisme dan fungsionalisme-karierisme. Dengan demikian maka setiap anggota dari kolektif akan bertanggung jawab dalam setiap pekerjaan yang dilakukan secara kolektif dengan tetap memadukan pada tanggung jawab individu Jaminan untuk suksenya pimpinan dalam organisasi atas massa ialah adanya cara kerja dan pimpinan kolektif. Cara kerja dan pimpinan kolektif adalah, cara bekerja bersama-sama dengan melakukan pembagian pekerjaan yang sesuai,dan dilaksanakan kemudian serta di pertanggungjawabkan oleh masing-masing penanggungjawab pekerjaan. Cara pimpinan kolektif dilaksanakan dengan mengumpulkan pendapat-pendapat dari massa untuk disimpulkan, dan setelah menjadi kesimpulan kolektif menjadi pedoman dalam memberikan pimpinan. Karena itu pimpinan kolektif yang sedemikian itu adalah pimpinan kolektif Yang realis, yang obyektif. Cara pimpinan kolektif berlawanan dengan cara pimpinan perseorangan. Cara pimpinan perseorangan mengingkari pendapat-pendapat massa, dan semata-mata menguntungkan pendapat-pendapat perseorangan saja. Karena itu cara pimpinan perseorangan adalah subyektif.


Bagaimana cara melaksanakan kepemimpinan kolektif?

Cara melaksanakan pimpinan kolektif yaitu dengan mengadakan rapat-rapat periodic didalam badan-badan kolektif. Rapat-rapat periodic itu harus teratur. Masing-masing anggota kolektif harus mempersiapkan diri sebelum berapat. Masing-masing anggota kolektif melaporkan apa yang dikerjakan dan bagaimana cara mengerjakannya, Sesuai dengan tanggungjawab atas pekerjaannya masing-masing.


Untuk memudahkan dalam setiap laporan atas pekerjaannya hendaknya masing-masing anggota kolektif membuat laporan pekerjaannya secara tertulis, mengenai hasil dan cara mengerjakan pekerjaannya, bila perlu memberikan usulan-usulan rekomendasi atas pekerjaannya sebagai upaya meningkatkan pekerjaan yang menjadi tanggungjawabnya agar lebih baik.


Apakah cara pimpinan kolektif itu menghilangkan perasaan perseorangan?

Tidak! Cara pimpinan kolektif tetap menghargai perasaan perseorangan dan selalu berusaha mengembangkan kecakapan perseorangan. Karena dengan berkembangnya kercakapan perseorangan dari anggota-anggota kolektif itu, maka kwalitet kolektif meningkat menjadi lebih tinggi.


Maka Cara kerja kolektif tidak berarti meniadakan tanggungjawab perseorangan. Tanpa tanggungjawab perseorangan kita akan terjerumus dalam bencana dimana tidak ada orang yang bertanggungjawab. Dalam setiap organisasi harus ada tanggungjawab perseorangan menurut pembagian kerja, dan harus ada orang yang bertanggungjawab terhadap keseluruhan pekerjaan. Tiap badan kolektif memiliki kepala kolektif, yaitu anggota yang paling maju diantara anggota-anggotanya. Selain kepala kolektif dipilih seorang atau lebih wakil-wakil kepala supaya dengan begitu periodik dari kolektif bisa selalu berjalan organisai akan lebih terkonsolidasi dan tambah besar pengaruhnya dikalangan massa, jika setiap orang pimpinan bekerja bedasarkan cara pimpinan kolektif.


Lalu dari mana pimpinan kolektif berasal?

Pimpinan kolektif berasal dari hasil penyimpulan kedisiplinan klas buruh dalam berproduksi, dimana cara kerja klas buruh adalah kerjasama/kolektif yang mana dengan cara seperti itu terbukti telah menghasilkan sesuatu yang berkwatitas, dengan waktu yang realistis. Maka untuk mewujudkan tujuan organisasi yang berkwalitet dengan waktu yang realistis membutuhkan kerja kolektif dengan tetap memberikan tanggungjawab perseorangan. Tanggungjawab perseorangan adalah tanggungjawab pekerjaan berdasarkan pembagian kerja masing-masing anggota kolektif. Dan setiap badan kolektif haruslah tetap dipimpin oleh seorang kepala kolektif yang bertanggungjawab atas keseluruhan pekerjaan.


Didalam kolektif pimpinan serikat buruh tingkat perusahaan, maka pimpinan kolektif terdiri dari beberapa orang yang termaju dari keseluruhan anggota serikat buruh, dan masing-masing anggota kolektif memiliki tangungjawab pekerjaan yang merupakan bagian dari tanggungjawab perseorangan, selanjutnya dalam badan kolektif juga harus di pimpin oleh seorang kepala kolektif, yang biasanya di sebut ketua umum, dimana dia bertanggungjawab atas keseluruhan pekerjaan yang menjadi tanggungjawab perseorangan anggota badan kolektifnya, jadi ketua umumlah yang bertanggungjawab atas keseluruhan pekerjaan organisasi. [].



di tulis oleh : Departemen Diklat dan propaganda GSBI



Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar dan jangan meninggalkan komentar spam.

emo-but-icon

Terbaru

Populer

Arsip Blog

item