Respon Atas Penaikan Harga BBM, GSBI Tangerang Raya Lakukan Aksi di Pusat Pemkot Tangerang

Menyikapi kebijakan Rejim populis Jokowi-JK yang telah menaikkan harga BBM,  Dewan Pimpinan Cabang Gabungan Serikat Buruh Independen (DPC-...

Menyikapi kebijakan Rejim populis Jokowi-JK yang telah menaikkan harga BBM,  Dewan Pimpinan Cabang Gabungan Serikat Buruh Independen (DPC-GSBI) Tangerang Raya Selasa (18/11/2014) melakukan aksi respon cepat yang di gelar di depan Pusat Pemeintahan Kota Tangerang.  Aksi di ikuti oleh puluhan anggota GSBI , aksi ini langsung di pimpinan oleh Sekretaris DPC GSBI Tangerang Raya, Kokom Komalawati.



Dalam orasinya, Kokom Komalawati  mengatakan saat ini buruh di kota Tangerang sedang berjuang untuk kenaikan upah 2015 dan  hingga  detik inipun  belum ada ketentuan pasti berapa besaran kenaikkan Upah tahun  2015, sementara Jokowi JK yang katanya pemerintahan yang pro rakyat malah menaikkan harga BBM. Sudah tentu penaikkan harga bensin dan solar sebesar Rp. 2000,- ini akan merampas upah buruh, dengan kebijakan  ini sama artinya presiden Jokowi  ikut mencekik leher dan mengikat kencang perut kami.

Dengan kenaikkan harga BBM saat ini tentunya akan berdampak besar bagi buruh di Tangerang dan di seluruh buruh di Indonesia. Kebijakan ini bisa di pastikan akan di jadikan momentum bagi pengusaha-pengusaha untuk tidak menaikan upah buruh atau melakukan penangguhan upah, mengilangkan tunjangan-tunjang buruh yang pernah diberikan dengan alasan mahalnya bahan baku dan biaya produksi akibat kenaikkan BBM, sebagai momen pula untuk  mem PHK buruh tetap, dan nantinya akan diganti dengan buruh  status kerja kontrak/outsorching, harian lepas bahkan pekerja borongan. Rakyat kecil semakin terperosok ke jurang kemiskinan yang  semakin akut karena menurunnya daya beli dan kwalitas konsumsi rakyat.

Massa aksi juga tidak sekedar berorasi, mereka juga membagi-bagikan selebaran kepada pengguna sepeda motor dan masyarakat di sekitar Pusat Pemerintahan kota Tangerang.

Aksi ditutup dengan membacakan pernyataan sikap, yang menyatakan bahwa DPC GSBI Tangerang Raya dan kaum buruh di Tangerang  menolak penaikan harga BBM serta menuntut Jokowi untuk membatalkan penaikan harga BMM, menurunkan harga kebutuhan pokok rakyat. Teriakan “Jokowi- JK Boneka Amerika,  Jokowi- JK rejim anti rakyat “ terus di kumandangkan menjadi yel -yel massa aksi. (SS-2014).

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar dan jangan meninggalkan komentar spam.

emo-but-icon

Terbaru

Populer

Arsip Blog

item