Karena Target, Tak Bisa Kudampingi Saat-saat Akhir Suamiku….

Dia seorang Ibu rumah tangga, dia adalah buruh pabrik yang mengerjakan sepatu merk Adidas, Mizuno dan Specs. Dia bernama “RH” salah satu b...

Dia seorang Ibu rumah tangga, dia adalah buruh pabrik yang mengerjakan sepatu merk Adidas, Mizuno dan Specs. Dia bernama “RH” salah satu bagian dari 1300 buruh PT Panarub Dwikarya Benoa, Kota Tangerang yang ikut berjuang untuk memperbaiki kondisi kerja dan syarat kerja di perusahaan tempatnya bekerja. Karena akibat di persulit masalah  perijinan, dia harus kehilangan suaminya. Pada saat suaminya sedang sakit parah dia tidak bisa merawatnya, karena harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, sampai pada saat suaminya menghembuskan nafas terakhirnya, dia tidak berada di sisi sang suami karena dia sedang berada ditempat kerja, di saat dia  minta ijin kepada perusahaan untuk merawat suaminya yang sedang sakit, oleh atasannya tidak di berikan ijin.


Nama saya “RH”, saya bekerja di PT Panarub Dwikarya sejak  bulan Mei tahun 2009, selama saya bekerja  dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2012, saya tidak pernah di tempatkan di bagian yang sesuai dengan surat Keputusan (SK) pengangkatan yaitu bagian Sewing, saya hanya di jadikan sebagai tenaga cadangan yang setiap saat selalu di pindah sana pindah sini, dan tidak ada pekerjaan yang tetap yang diberikan kepada saya.

Pada bulan Agustus 2009, sudah berjalan kurang lebih 4 bulan saya bekerja di PT Panarub Dwikarya, pada saat itu saya mendapat bagian kerja Shif 2 masuk jam 16.00 wib dan pulang jam 24.00 wib (terkadang masuk jam 15.00 wib pulang jam 23.00 wib ). Pada waktu itu suami saya sedang menderita sakit yang lumayan parah (muntah darah) dan harus  rawat inap di rumah sakit Husada Insani. Namun saya tidak bisa mendampinginya, karena saya harus tetap masuk kerja, karena pasti akan kena marah oleh atasan apabila saya tidak masuk kerja.

Pada waktu itu saya ditempatkan di Cell 7A, dan sekitar jam 18.00 wib (jam istirahat untuk shift 2) saya mendapat telepon dari saudara saya, bahwa suami saya sudah masuk ICU RSU Husada Insani, karena sudah berkurang kesadarannya.  Mendengar berita tersebut, saya langsung menghadap kepada Ibu “SM” (Supervisor) saya yaitu bermaksud minta ijin untuk pulang setengah hari kerja saja karena saya harus merawat dan menjaga  suami yang masuk Arumah Sakit.  Tetapi apa yang dilakukan oleh ibu “SM” ketika saya mengajukan surat ijin, dia malah menepis tangan saya dan tidak mau memberikan ijin kepada saya dengan mengatakan bahwa beberapa jam lagi juga pulang jadi tunggu saja jam pulang, kemudian saya kembali lagi bekerja sambil menanggis dan diringi tatapan kasian dari teman-teman saya. Sampai akhirnya sekitar jam 21.00 wib saya mendapat telepon kembali dari saudara saya yang mengabarkan bahwa suami saya sudah meninggal dunia.

Kejadian tersebut di atas yang membuat saya marah, menyesal dan sedih karena disaat-saat terakhir hidupnya saya tidak bisa mendampingi dan membimbing Dia untuk membacakan do’a-do’a untuk suami saya, saya tidak sempat minta maaf dan memeluknya untuk yang terakhir kali. Peristiwa itu sangat membekas dihati saya, dan ketika bulan Juli 2012 ada aksi di pabrik untuk menuntut perbaikan kondisi dan syarat kerja serta pembayaran rapelan upah,  saya ikut serta dengan kesadaran sendiri, tanpa saya ikut-ikutan atau dipaksa siapapun. Karena bagi saya kondisi kerja di PT Panarub Dwikarya Benoa sangat buruk, keterlaluan dan tidak berprikemanusiaan. Yang dipikirkan perusahaan hanya hasil dan target  dan target tanpa memikirkan keadaan dan hak-hak buruhnya. Dan ketika hari ini saya di PHK tidak mendapat upah walaupun saya janda dengan dua anak yang menjadi tanggungan , saya tidak pernah menyesal ikut demo karena keadilan harus diperjuangkan.

Hingga 3 tahun ini saya bersama ratusan buruh PT PDK lainnya walaupun dengan rasa sakit dan kecewa saya masih terus bertahan untuk mendapatkan hak-hak saya, untuk mendapatkan keadilan.






Hormat saya “RH” Buruh PT Panarub Dwikarya.

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar dan jangan meninggalkan komentar spam.

emo-but-icon

Terbaru

Populer

Arsip Blog

item