Aksi di Gedung DPR hingga Dunia Maya Desak Pembatalan Omnibus Law RUU Cipta Kerja

INFO GSBI-Jakarta . Ribuan massa buruh, petani, mahasiswa, pemuda dan berbagai elemen masyarakat menggelar unjuk rasa di depan gedung DPR-RI...


INFO GSBI-Jakarta. Ribuan massa buruh, petani, mahasiswa, pemuda dan berbagai elemen masyarakat menggelar unjuk rasa di depan gedung DPR-RI Senayan. Unjuk Rasa digelar untuk  mendesak pembatalan Omnibus Law RUU Cipta Kerja. Seakan tak ingin kalah disaat bersamaan puluhan ribu netizenmenggaungkan tagar #GagalkanOmnibusLaw di media sosial Twitter dan Facebook.

Penolakan terhadap Omnibus Law RUU Cipta Kerja sudah terjadi sejak awal diusulkan oleh pemerintah di awal tahun 2020. Masyarakat menolak RUU tersebut karena banyak merugikan buruh dan masyarakat luas.

Penolakan Omnibus Law RUU Cipta Kerja

Menurut koordinator Front Perjuangan Rakyat (FPR) Rudi H.B Daman, hari ini (16/7) FPR menggelar aksi di gedung DPR-RI dan serentak di seluruh wilayah Indonesia dengan tujuan mendesak pembatalan Omnibus Law RUU Cipta Kerja. FPR menilai ada upaya memaksakan pengesahan RUU ditengah penolakan dari masyarakat luas terutama kaum buruh.

“Pemerintahan Jokowi mengilusi rakyat dengan RUU Cipta Kerja seolah akan menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih besar. Kenyataannya RUU Cipta Kerja jika disahkan justru akan meluaskan pengangguran karena memudahkan terjadinya PHK dan memposisikan rakyat Indonesia dengan harga murah dihadapan investor” kata Rudi dalam siaran persnya.

RUU ini dinilai selaras dengan 16 paket kebijakan ekonomi pemerintahan Joko Widodo yang memperluas akses investasi terhadap sumber alam dan menyediakan tenaga kerja murah.

“RUU Cipta Kerja sesungguhnya upaya untuk memperkuat kedudukan modal monopoli atau imperialisme di Indonesia Melalui deregulasi, liberalisasi dan privatisasi demi melancarkan hutang dan investasi” tambah Rudi.

Aksi Penolakan di Dunia Maya 

Sementara itu penolakan juga disuarakan di dunia maya melalui berbagai media sosial, diantaranya dengan menggaungkan tagar #GagalkanOmnibusLaw. Hingga sore (16/07) hampir 30 ribu pengguna twitter menyematkan tagar tersebut menyatakan kritik dan penolakan terhadap RUU itu.

Netizen menganggap Omnibus Law RUU Cipta Kerja semakin meningkatkan penderitaan serta kemiskinan buruh, juga hanya menguntungkan investor. Netizen mengecam pemerintah dan DPR yang memaksakan pembahasan RUU meski rakyat menyuarakan penolakan. [UIS]

Sumber berita ; KoranSulindo

Posting Komentar

  1. Nama :: Fitri Reza
    Email :: Fitrireza72@gmail.com
    Whatsapp :: +6285775967323
    Negara :: Indonesia



    Nama saya Fitri Reza dari Indonesia, saya pernah mengalami kesulitan keuangan yang sangat sulit di masa lalu dan saya telah ditipu oleh pemberi pinjaman palsu yang mengambil dari saya dan tidak pernah benar-benar memberi saya pinjaman, sampai baru-baru ini ketika saya mendengar tentang perusahaan (FEMI OTEDOLA LOAN FIRM), yang memberikan pinjaman nyata dan sah, setelah berpikir serius saya sampai pada kesimpulan dan mengajukan pinjaman, setelah beberapa langkah, saya menyelesaikan proses dan saya menerima pesan dari perusahaan bahwa saya pinjaman telah ditransfer, pertama saya berpikir itu adalah lelucon dan saya lari ke ATM dan saya memeriksa dan mengetahui bahwa itu benar dan saya bersumpah untuk membagikan ini kepada semua orang bahwa FEMI OTEDOLA LOAN FIRM adalah nyata dan mereka memiliki bukti untuk saya bahwa memang ada perusahaan pinjaman yang sah dan jujur di luar Indonesia. jika Anda saat ini menghadapi masalah keuangan dan Anda ingin perusahaan pinjaman yang dapat dipercaya membantu Anda, hubungi FEMI OTEDOLA LOAN FIRM hari ini dan dapatkan pinjaman dengan cepat ..

    Kontak
    Perusahaan :: FEMI OTEDOLA LOAN FIRM
    Email :: Femiotedolaloanfirm@gmail.com
    Whatsapp :: +1 (409) 213 4322 Or +1(469) 464-5833

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan komentar dan jangan meninggalkan komentar spam.

emo-but-icon

Terbaru

Populer

Arsip Blog

item