Peringatan Hari Bumi 22April 2021: Aksi Global Melawan Kontrol Korporasi atas Sistem Pangan

Aksi Global Melawan Kontrol Korporasi atas Sistem Pangan  (Global Day of Action against Corporate Control on Food System) Peringatan Hari Bu...


Aksi Global Melawan Kontrol Korporasi atas Sistem Pangan 

(Global Day of Action against Corporate Control on Food System)

Peringatan Hari Bumi, #EarthDay 22 April 2021

Kerakusan imperialis yang memonopoli tanah, kekayaan alam dan tenaga kerja telah menciptakan kerusakan alam dan kehancuran pangan rakyat di berbagai penjuru dunia, termasuk di Indonesia. 

Di Indonesia, sistem pertanian terbelakang setengah feodal berbasis monopoli tanah, berorientasi ekspor komoditas murah dan substitusi impor bahan baku telah membenamkan rakyat dalam produksi terbelakang, produktifitas rendah, terbelakang secara pengetahuan, tertindas dalam ekonomi, politik, kebudayaan, dan kehancuran pangan rakyat.

Borjuasi besar komparador dan tuan tanah melalui operasi korporasi di Indonesia terus mengakumulasi keuntungan, bahkan di masa pandemi saat ini. Kaum tani semakin terjerat dalam sistem sewa tanah dan peribaan yang kejam di pedesaan. Klas buruh mengalami penghisapan Nilai Lebih yang semakin berlipat. Monopoli atas tanah bibit, pupuk, sarana pertanian lainnya, hingga monopoli harga dan produk pertanian berlangsung massif. Penderitaan klas buruh, kaum tani, pemuda, perempuan, buruh migran, kaum miskin perkotaan, dan suku bangsa minoritas terus bertambah karena di masa pandemi Covid-19, jutaan rakyat kehilangan mata pencaharian, upah klas buruh dan buruh tani semakin tak cukup untuk kebutuhan hidup, sistem pendidikan semakin mahal, dan harga kebutuhan pokok pangan semakin tinggi. 

Rakyat dipaksa untuk bertarung sendiri karena  negara tak mampu memberikan jaminan dan bantuan yang memadai baik dalam aspek ekonomi, kesehatan, transportasi, pendidikan, dan pangan di masa pandemi.

Meski diterpa berbagai intimidasi dan pengekangan oleh rezim yang berkuasa, rakyat bangkit dan berorganisasi, menunjukkan perlawanannya secara politik terhadap korporasi borjuasi komparador dan tuan tanah yang mengontrol pangan pertanian skala besar, industri kapitalis, hingga pasar. Secara ekonomi, dengan daya dan kekuatan sendiri, rakyat membangun pertanian pangan secara kolektif untuk mengurangi beban di masa pandemi. 

Dalam aksi global di Hari Bumi bertajuk #TheFoodWeWant (Pangan Yang Kita Inginkan), kita menegaskan perlawanan terhadap kontrol korporasi imperialis dan tuan tanah atas sistem pangan. Kita juga menegaskan bahwa #TheFoodWeWant (Pangan Yang Kita Inginkan) adalah pangan yang kita perlukan (we need) yang dihasilkan dari pertanian besar kolektif rakyat dari perjuangan reforma agraria sejati dan industri nasional. 

Dalam aksi ini, rakyat Indonesia menegaskan tuntutan:

1. Jaminan Pangan, Kesehatan & Kompensasi untuk Rakyat di masa Pandemi Covid-19

2. Hentikan Perampasan dan Monopoli Tanah (Stop Land Grabbing and Monopoly of Land)

3. Wujudkan Reforma Agraria Sejati & Industrialisasi Nasional (Realize Genuine Agrarian Reform & National Industrialization)

4. Hak atas Tanah dan Pekerjaan bagi Kaum Perempuan

5. Lawan implementasi Omnibus Law Cipta Kerja & Regulasi Turunannya

6. Jaminan Pendidikan dan Pekerjaan bagi pemuda

7. Turunkan Harga Kebutuhan Pokok

8. Stop monopoli input dan harga produk pertanian

9. Jamin kebebasan berekspresi dan berorganisasi bagi rakyat

10. Perbaiki upah buruh tani

11. Stop Proyek Ketahanan Pangan (Food Estate Project) untuk perusahaan perkebunan skala besar.

12. Turunkan harga, bibit, pupuk dan alat pertanian

13. Hentikan kriminalisasi buruh, tani dan rakyat

AGRA - GSBI - SERUNI - FMN - Pembaru Indonesia - INDIES


#TheFoodWeWant

#EarthDay

#Indonesia

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar dan jangan meninggalkan komentar spam.

emo-but-icon

Terbaru

Populer

Arsip Blog

item