Dari Indonesia ke Venezuela, Solidaritas Buruh Indonesia untuk Rakyat Venezuela
Dari Indonesia ke Venezuela: Solidaritas Buruh Indonesia untuk Rakyat Venezuela! Mengecam dan menentang Agresi Imperialis Amerika Serikat (...
https://www.infogsbi.or.id/2026/01/dari-indonesia-ke-venezuela-solidaritas.html
Dari Indonesia ke Venezuela:
Solidaritas
Buruh Indonesia untuk Rakyat Venezuela!
Mengecam
dan menentang Agresi Imperialis Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela!
Hentikan
segala bentuk penjajahan dan perang imperialis!
Salam Demokrasi Nasional!!
Selamat Siang, Salam Sejahtera untuk kita semua !!
Selamat Siang, Salam Sejahtera untuk kita semua !!
Saat ini kita bersama berdiri
disini di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat; kaum buruh, petani, perempuan,
pemuda mahasiswa, kaum miskin kota, ojol, dan berbagai kelompok, golongan dan
klas rakyat Indonesia – untuk MENGECAM DAN MENENTANG AGRESI IMPERIALISME
AMERIKA SERIKAT (AS) TERHADAP VENEZUELA. Untuk MENUNTUT DIHENTIKAN CAMPUR
TANGAN IMPERIALIS AS DI VENEZUELA! HENTIKAN SEGALA BENTUK PENJAJAHAN DAN PERANG
IMPERIALIS! serta untuk bersolidaritas
dan memberikan dukungan penuh kepada rakyat Venezuela.
Kaum buruh Indonesia – rakyat Indonesia memuji dan hormat kepada rakyat Venezuela atas keberanian dan tekad mereka untuk melawan penjajah asing, mereka turun kejalan dan bersiap membela bangsa mereka dari penjajahan asing – dari invasi imperialis AS.
Tidak diragukan lagi, Imperialis
AS nyata sebagai teroris no satu dunia, penebar dan pelaksana teror, perusak
dan pemberangus hak-hak demokratis rakyat di seluruh dunia. Sebagaimana kita
saksikan baru-baru ini – ditahun baru 2026 ini- dengan barbar dan terang-terangan
Imperialis AS menjatuhkan Bom di Caracas dan kota-kota lainnya di Venezuela, melakukan
agresi ke Venezuela, atas perintah Donald Trump, bahkan menculik Presiden
Venezuela Nicolas Maduro dan Istrinya pada Sabtu 3 Januari 2026.
Serangan ini jelas melanggar
hukum Internasional, mengganggu dan melanggar kedaulatan rakyat Venezuela,
tetapi ini juga menjadi gangguan, ancaman dan membahayakan bagi keamanan dan
kebebasan rakyat dan bangsa tertindas dan terhisap diberbagai negeri – termasuk
kita di Indonesia.
Kejadian seperti ini yang
dilakukan Imperialis AS bukan pertamakalinya, bukan saja di Venezuela, tapi
sudah berkali-kali dilakukan di berbagai negara dengan alasan demi
demokrasi, stabilitas, hingga kemanusiaan, dan segala alasan
untuk pembenaran dilakukan.
Tengok saja, pada tahun 1989, pasukan AS menginvasi Panama dan menangkap
Manuel Noriega - Presiden Panama melalui Operasi Just Cause
atas tuduhan perdagangan Narkoba. Padahal Noriega pernah menjadi sekutu AS.
Saddam Hussein Di Irak, ditangkap pada tanggal 13 Desember 2003, dalam Operasi Fajar Merah (Operation Red Down) - dengan alasan klaim kepemilikan senjata pemusnah masal yang tidak pernah ditemukan, tidak pernah terbukti hingga sekarang. Setelah selama sembilan bulan Irak di invasi Imperialis AS. Tahun 2022 Amerika Serikat juga menangkap Juan Orlando Hernández, Mantan presiden Honduras, dan diekstradisi ke AS atas tuduhan narkoba dan korupsi.
Saddam Hussein Di Irak, ditangkap pada tanggal 13 Desember 2003, dalam Operasi Fajar Merah (Operation Red Down) - dengan alasan klaim kepemilikan senjata pemusnah masal yang tidak pernah ditemukan, tidak pernah terbukti hingga sekarang. Setelah selama sembilan bulan Irak di invasi Imperialis AS. Tahun 2022 Amerika Serikat juga menangkap Juan Orlando Hernández, Mantan presiden Honduras, dan diekstradisi ke AS atas tuduhan narkoba dan korupsi.
Saudara-saudara, kawan-kawan juga
pasti paham, pasti mengerti, bahwa jikalah presiden RI – pemerintah Republik
Indonesia ini tidak tunduk atas apa semua kehendak keserakahan politik, ekonomi
imperialis AS – bukan tidak mungkin akan diperlakukan sama seperti Venezuela
dan seperti negara-negara yang pemimpinnya (presidennya) menentang dominasi dan
politik licik imperialis AS dan sekutunya.
Fakta sejarah menunjukan pada kita semua, Presiden pertama kita Bung Karno, digulingkan dari kekuasaannya ternyata ada dan atas keterlibatan CIA – Imperialis AS. Karena Soekarno lantang menentang Imperialisme sebagai mana selogan mashur nya yang kita kenal INGGRIS KITA LINGGIS AMERIKA KITA SETRIKA.
Karena Soekarno gigih bersama
para tokoh Asia - Afrika dan tokoh dunia membangun kekuatan persatuan
bangsa-bangsa menghadapi kejahatan, dominasi dan penjajahan Imperialisme, dan
membangun kemandirian – kemerdekaan bangsa-bangsa terjajah dan bergantung pada
Imperialisme. Menjadi bangsa yang Merdeka – Berdaulat - Berdiri di atas kaki
sendiri.
Kawan-kawan, saudara-saudara
sudah dengar kabar terbaru tentang Kesepakatan Dagang Indonesia dengan AS kan?
yang menurut Airlangga Hartarto (menko perekonomian) ini perjanjian yang menguntungkan.
Pertanyaannya menguntung siapa ini??
Kesepakatannya adalah, dimana
Indonesia akan mendapatkan tarif nol persen bea masuk untuk Kopi, Teh, Kakau
dan Sawit. Ya benar dengan tarif ini disatu sisi akan berdampak pada harga dan
pasar komoditas tersebut jadi meningkat, tapi ingat tidak ada makan gratis
Ferguso – eh… Airlangga Hartanto – Karena ternyata imbal baliknya Imperialis AS
minta Akses tak terbatas terhadap Mineral Kritis Indonesia, yaitu, NIKEL,
KOBALT, TEMBAGA, dllnya. Dimana mineral kritis ini adalah sebagai bahan utama
untuk baterai kendaraan listrik, teknologi militer, energi terbarukan, chip dan
semi konduktor. Apakah ini bukannya perampokan sumber daya alam (SDA) rakyat Indonesia,
Bukannya ini bagian dari skema mengendalikan Indonesia?
Bagi saya, bagi GSBI, bahkan
saya yakin bagi kita semua yang hadri disini, bagi rakyat dunia - Alasan perang
melawan Narkoba – Trump – Imperialis AS, yang disematkan pada Nicolas Maduro --,
jelas ini sangat memalukan – dan alasan yang di ada-ada. Ini sebenarnya taktik
yang sama dari Imperialisme AS dalam mengilfiltrasi lebih banyak negara di Asia
dan Timur Tengah, dalam menancapkan dominasinya - keserakahannya atas sumber daya alam (SDA) terutama energi,
serta nafsu untuk perubahan rezim negeri berdaulat yang tidak tunduk atas
kehendak dan jalan politik imperialisme AS.
Dan nafsu jahat abadi Imperialisme
AS sekarang ini sedang terungkap. Dengan keinginannya untuk mengendalikan cadangan
minyak terbesar di dunia dan sumber daya alam Venezuela. Hingga Imperialis AS
dengan culas mengabaikan perjanjian global, mengangkangi hukum Internasional
dan melepaskan senjatanya, menjatuhkan bom terhadap rakyat Venezuela dan rakyat
bangsa lain yang dikehendaki. Imperialis AS rela secara illegal menangkap - menculik
presiden suatu bangsa, dan akan digantikan oleh presiden (rezim boneka) yang
tunduk, berlutut kepada kekuasaan imperialis AS.
Banyak pihak telah mengatakan,
dan sesungguhnya bahwa yang dilakukan Imperialis AS di Venezuela ini adalah
demi merampas asset senilai 17,3 Triliun dolar milik rakyat Venezuela, karena
Venezuela memiliki 303 miliar barel minyak (cadangan minyak terbesar di dunia).
Intinya Amerika pegang kendalinya – Amerika dapat minyaknya – Venezuela yang
bayar tagihannya. Selain itu Venezuela memiliki
161 Ton emas di berangkas Bank Central nya kira-kira senilai 22 Miliar Dolar,
dan itu belum tambang-tambang dihutan.
Maka alasan apapun dari
imperialis AS, sangat jelas bagi rakyat seluruh dunia, bagi kita semua bahwa
itu adalah teror, penebar dan pelaksana konflik dan perang. Imperialisme AS
adalah teroris nomor satu didunia.
US Imperialis …. No 1 teroris!
Imperialisme…. Hancurkan!
Amerika Kita Sentrika !
Amerika Kita Sentrika !
langsung militer AS di Venezuela
mengingatkan kita dan semua orang yang tertindas dan klas pekerja di seluruh
dunia, bahwa meskipun tahun baru, tugas berabad-abad kita untuk melawan
kolonialisme dan imperialisme tetap sama.
Untuk itu, melalui kesempatan
ini saya mengajak – memanggil - menyerukan Mari bersatu dan bersolidaritas, Mari
Berdiri Teguh Bersama Rakyat Venezuela dan Rakyat tertindas dan terhisap
diseluruh dunia. Bangkit dan Lawan keserakahan Imperialis AS dan sekutunya
untuk minyak dan nafsu untuk perubahan rezim diberbagai negeri!
Saya dan GSBI sebagai serikat
buruh nasional, sebagai pusat perjuangan buruh di Indonesia juga mendesak
Pemerintah RI, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk bersikap tegas:
DARI INDONESIA KE VENEZUELA
- Menolak Intervensi dan Campurtangan Imperialis AS terhadap Kedaulatan Venezuela, serta memberikan dukungan penuh terhadap rakyat Venezuela dalam melawan agresi Imperialis AS.
- Mendesak Imperialis AS untuk menghentikan embargo dan blockade ekonomi terhadap Venezuela.
- Mendesak Imperialis AS untuk membebaskan Nicolas Maduro Presiden Venezuela dan semua rakyat Venezuela yang diculik, ditahan serta mengembalikan mereka ke negaranya dengan aman.
- Bersikap tegas dan menolak segala bentuk intervensi, dominasi imperialis AS dan sekutunya di Indonesia.
- Kembali menggaungkan, dan membawa serta melaksanakan semangat Dasasila Bandung dalam setiap kebijakan dan tindakan diplomasi luar negeri Indonesia.
Mari kita lawan agresi imperialis AS!
Mari kita mendukung perjuangan rakyat Venezuela untuk mempertahankan kedaulatan nya!
Hentikan Campur Tangan Imperialisme AS di Venezuela!
Hidup Rakyat Venezuela!
Hidup Rakyat Indonesia!
Jayalah Perjuangan Massa!
Panjang Umur Rakyat Dunia yang sedang berjuang melawan segala bentuk Penjajahan Imperialisme!
Jakarta, 6 Januari 2026
Rudi HB Daman - Ketua Umum DPP
GSBI
*Dibacakan dalam aksi
solidaritas buruh Indonesia untuk rakyat Venezuela di depan kantor kedutaan
besar Amerika Serikat di Jakarta pasa Selasa 6 Januari 2026.


