Aliansi BMI-HK Cabut UUPPTKILN NO. 39/2004 Tuntut Selamatkan Tuti Tursilawati dari Hukuman Mati.

Minggu (6/11) Causeway  Bay. Bertepatan dengan perayaan hari raya Idul Adha, sekitar 200 BMI yang tergabung dalam  Aliansi BMI-HK cabut UUP...

Minggu (6/11) Causeway  Bay. Bertepatan dengan perayaan hari raya Idul Adha, sekitar 200 BMI yang tergabung dalam  Aliansi BMI-HK cabut UUPPTKILN No.39/2004 kembali menggelar unjuk rasa. Dengan menggunakan kostum hitam sebagai simbul duku, mereka meneriakkan kecaman terhadap pemerintah Indonesia yang  tidak  segera mengambil tindakan untuk menyelamatkan  Tuti Tursilawati, BMI asal Majalengka yang telah divonis hukuman mati  dan akan dieksekusi setelah hari raya Idul Adha, tepatnya  sekitar tanggal 4-9 November  2011 ini.

Menurut juru bicara PILAR Umi Sudarto,  “Tuti adalah satu dari 303 orang BMI yang sedang menunggu hukuman mati dilaksanakan. Namun pemerintah Indonesia tetap tenang bahkan tidak mengambil tindakan sama sekali. Presiden SBY justru sibuk dengan rilis album terbarunya yang berjudul Harmoni dan cinta kedamaian.  Saat Ruyati dipancung, pemerintah membela diri bahwa mereka telah kecolongan, tapi saat ini dalam kasus Tuti apa yang dilakukan pemerintah?, tutur Umi.

Dia juga menambahkan bahwa seharusnya pemerintah belajar dari organisasi massa maupun LSM-LSM yang bertindak nyata dan sungguh-sungguh melindungi BMI pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Namun sayang pemerintah hanya memikirkan bagaimana  nemempatkan BMI sebanyak-banyaknya sehingga mendapat devisa yang besar tanpa memberikan perlindungan. Tindakan ini terlihat dengan niat mereka yang akan merevisi UU No.39/2004 yang berdasar pada Kepres No.14/2008 tentang perbaikan iklim investasi di Indonesia

Sedangkan Sringatin selaku juru bicara LiPMI menambahkan perlindungan dan pelayanan untuk BMI dari pemerintah selalu berbuntut pada uang, terbukti demi mendapat keuntungan daru asuransi mulai desember 2011 KTKLN bisa di buat di HK, namun tentunya disertai dengan biaya tambahan. Ini berbeda ketika BMI meminta perbaikan layanan untuk membantu kasus atau mengurus paspor mereka selalu bilang tidak ada petugas. Aksi yang berlangsung dua jam dimulai pukul 03.00 sore dan dibubarkan dengan damai tepat pukul 05.00. (##)


Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar dan jangan meninggalkan komentar spam.

emo-but-icon

Terbaru

Populer

Arsip Blog

item