Pandangan dan Sikap Politik GSBI ...

Pandangan dan Sikap Politik GABUNGAN SERIKAT BURUH INDEPENDEN Terhadap Situasi Perburuhan dan Kebijakan Perburuhan Dewasa ini serta A...

Pandangan dan Sikap Politik
GABUNGAN SERIKAT BURUH INDEPENDEN

Terhadap Situasi Perburuhan dan Kebijakan Perburuhan Dewasa ini serta Atas Situasi Politik yang Berkembangan Saat ini.
Dikeluarkan di Jakarta, 11 Maret 2008 pada: Penutupan Rapat Pleno Ke III DPP.GSBI

Salam solidaritas,..

Perjuangan kaum buruh Indonesia bersama golongan lain dalam masyarakat dalam menuntut hak-hak sosial ekonomi serta hak-hak demokratis lainnya semakin tinggi dan luas. Ini menunjukkan bahwa tradisi panjang berjuang yang telah dilakukan sejak sebelum kemerdekaan sampai negeri kita memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945 terus berlanjut hingga saat ini. Perjuangan ini merupakan bukti atas masih banyaknya persoalan dan buruknya kondisi serta syarat-syarat kerja kaum buruh dan rakyat Indonesia yang tidak tertangani secara baik dan tepat.

Faktanya situasi dan kondisi perburuhan Indonesia hari ini semakin terus diselimuti keterpurukan dan masih sangat jauh dari tanda-tanda mengarah pada perbaikan, kaum buruh terus ditindas dan dihisap serta hidup berada dalam syarat-syarat yang tidak manusiawi. Keadaan ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang semakin pro-pasar dan mengikuti semua kebijakan neoliberal (pasar bebas) yang anti atau tidak berpihak pada rakyat. Indonesia sebagai negara dewasa ini sudah sepenuhnya merupakan bagian integral dari globalisasi kapitalisme-dengan pasar bebasnya, dimana rezim yang berkuasa saat ini adalah menjadi agen resminya yang mengabdi sepenuhnya kepada sistem ini, yang bertindak sebagai penjaga, penyedia berbagai sarana bisnis yang dibutuhkan oleh kapitalis-imperialis-terutama sebagai jalur bisnis pemodal raksasa dari berbagai negara imperialis pimpinan Amerika Serikat. Indonesia sekarang adalah negeri neo-kolonial dan sisa-sisa feodal, dengan sisa-sisa penindasan feodal yang sangat berat (akut). Sebagai negeri agraris Indonesia memiliki potensi alam yang sangat kaya raya baik didarat maupun dilaut. Akan tetapi semua kekayaan alam Indonesia itu baik yang ada di laut, udara dan darat telah habis dan ludes dijual obral oleh setiap rezim yang berkuasa kepada para imperialisme.

Maka mendasarkan pada kondisi sosial, ekonomi, politik dan budaya objektif yang berkembang dewasa ini, dimana dominasi kapitalisme-imperialisme serta sisa-sisa feodalisme telah merasuk dalam tulang sumsum bangsa Indonesia melalui berbagai cara diantaranya hukum/peraturan, budaya, politik dan banyak lagi. Inilah sumber kesengsaraan kaum buruh dan rakyat Indonesia, khususnya bagi kaum buruh yang telah disengsarakan melalui sistem kerja kontrak, outsourcing dan upah murah. Serta menyadari akan pentingnya perjuangan dan persatuan rakyat tertindas terutama gerakan kaum buruh guna menuju pembebasan rakyat dari belenggu penindasan dan penghisapan kapitalisme, dominasi imperialisme dan sisa-sisa feodalisme, maka diperlukan sikap dari organisasi.

Untuk itu Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Serikat Buruh Independen (DPP.GSBI) dalam rapat pleno ke III yang diselenggarakan di Jakarta pada, 6 – 11 Maret 2008 mengeluarkan resolusi/pandangan dan sikap politik terhadap situasi perburuhan dan kebijakan perburuhan dewasa ini serta atas situasi politik yang berkembang saat ini sebagai berikut:

  1. Mendesak pemerintah Republik Indonesia dengan seluruh aparaturnya untuk memberikan jaminan dan perlindungan atas kepentingan politik kaum buruh dalam bentuk kebebasan berserikat, berkumpul dan menyuarakan kepentinganya secara bersama-sama dimuka umum tanpa intimidasi, teror, PHK, dan kriminalisasi, dengan jeratan hukum pasal-pasal karet (pencemaran nama baik, penghinaan, perbuatan tidak menyenangkan dll) atau bentuk represif dan kekerasan lainnya terhadap gerakan buruh serta menuntut segera dihentikan semua proses dan praktek-praktek kriminalisasi bagi para anggota, pimpinan dan aktifis serikat buruh dan segera membebaskan pimpinan dan aktivis yang ditahan. Seperti, petani, mahasiswa, kaum miskin kota, dll.

  1. Dengan tegas GSBI MENOLAK rencana dan agenda pembahasan RUU JAMSOSPEK (sebagai pengganti UU No. 3 thn 1992 tentang JAMSOSTEK) yang saat ini sedang dibahas diKomisi IX DPR-RI, dimana dalam pembahasannya RUU ini tidak transparan dan secara fundamental isinya jelas semakin merugikan kaum buruh dimana secara tegas pula menghilangkan tanggung jawab pengusaha sebagai pihak yang paling bertanggungjawab untuk memberikan jaminan sosial kepada buruhnya.

  1. Menuntut kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk menghapus Sistem Buruh/Kerja Kontrak dan Outsourcing, sebagai sistem yang telah membawa masa depan kaum buruh Indonesia kedasar jurang penindasan dan penghisapan serta kemiskinan, karena tidak adanya jaminan kepastian atas pekerjaan dan kesejahteraan serta sistem tersebut merupakan sebab semakin lemahnya posisi tawar kaum buruh Indonesia dihadapan pemilik modal/pengusaha. Untuk itu GSBI mendesak kepada seluruh aparatur negara dipusat dan didaerah untuk membuat peraturan yang berpihak dan memberikan perlindungan pada kaum buruh dan rakyat.

  1. Menuntut kepada pemerintah Republik Indonesia untuk Membuka Lapangan Pekerjaan yang Seluas-luasnya bagi seluruh Rakyat dengan Memberikan Upah yang Layak. Sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah/negara kepada rakyat untuk mendapatkan HAK dalam pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusian sebagaimana amanat UUD 1945.

  1. Menolak segala kebijakan pemerintah yang terus-menerus menjual aset-aset Negara dengan melakukan Privatisasi BUMN. Karena Privatisasi adalah bentuk nyata dari perampokan kekayaan Negara oleh pihak asing ataupun swasta dalam negeri hal ini hanya memberikan kesempatan kepada pemodal untuk memperkaya diri dan hanya mengakibatkan semakin tidak mampunya pemerintah untuk mensejahterakan rakyatnya, mengingat aset-aset vital hanya akan dijadikan bisnis kapital bukan untuk kesejahteraan rakyat.

Maka solusinya adalah pemerintah harus membangun dan memperkuat Industrialisasi Nasional yang Kuat dan Tangguh yang lepas dari unsur modal asing, dengan melakukan/melaksanakan Reforma Agraria Sejati, berani menghentikan dan menolak pembayaran hutang Luar Negeri, memutuskan hubungan dengan Bank Dunia, IMF, CGI, WTO dan ADB serta menangkap, mengadili dan menyita seluruh harta para koruptor yang telah merugikan negara dan menyengsarakan rakyat banyak. Sebab tanpa membangun serta memperkuat Industrialisasi Nasional yang Tangguh dengan seluruh kebijakan ekonomi dan politik yang sepenuhnya berpihak pada kepentingan rakyat Indonesia, maka selama-lamanya pula kondisi, ekonomi politik dan budaya Indonesia akan terus terbelakang, tidak mandiri dan akan terus tergantung pada Negara-negara imperialis yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan sekutunya yang jelas-jelas telah menghisap kekayaan alam Indonesia dan menyengsarakan rakyat Indonesia.

  1. GSBI sebagai salah satu kekuatan gerakan buruh di Indonesia dengan tegas menyatakan berdiri tegak dan berpihak sepenuhnya pada kepentingan dan hak-hak kaum buruh, untuk itu Menolak Forum Bipartite Nasional yang diprakarsai oleh 2 (dua) Konfederasi dan 1 (satu) Federasi serikat pekerja dengan perwakilan pengusaha/APINDO dengan tujuan untuk menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan secara internal terutama masalah perbaikan iklim investasi dan regulasi ketenagakerjaan, serta GSBI menolak berbagai forum sejenis yang tidak demokratis baik yang diprakarsasi oleh pemerintah ataupun serikat pekerja yang merupakan upaya memoderasi kesadaran kaum buruh dan mengkoptasi gerakan buruh Indonesia. Untuk itu GSBI akan terus menggalang kekuatan persatuan gerakan buruh Indonesia dan perjuangan buruh Indonesia untuk menuju jalan kemenangan dengan jalan sejatinya klas buruh.

  1. Menuntut kepada pemerintah Republik Indonesia untuk memberikan kepastian kerja kepada buruh dengan mencegah dan menghentikan terjadinya PHK (stop PHK).

  1. Menuntut kepada pemerintah Republik Indonesia untuk segera menurunkan harga-harga kebutuhan pokok rakyat dan menangani secara serius atas kelangkaan beberapa kebutuhan pokok rakyat dipasaran. Mengingat harga kebutuhan pokok hari ini sangat mahal/tidak terjangkau oleh rakyat terlebih oleh rakyat miskin, dimana hal ini sudah mengakibatkan banyak rakyat mengalami kelaparan, gizi buruk bahkan kematian.

  1. Terkait dengan Pemilu 2009: GSBI memandang bahwa pemilu 2009 bukan pemilu rakyat dan partai-partai yang terlibat adalah juga partai-partai yang terbukti tidak memiliki kepedulian dan keberpihakan pada rakyat terlebih kepada kaum buruh, dimana secara nyata selama ini kaum buruh telah ditipu oleh para politisi dan juga partai-partai borjuasi yang ada diparlemen, dengan menyetujui berbagai undang-undang, peraturan/hukum dan berbagai kebijakan yang merugikan kaum buruh dan membiarkan kaum buruh terus ditindas, dihisap dan dimiskinkan, sehingga melalui pemilu, rakyat dalam hal ini kaum buruh hanya akan dijadikan alat untuk mencapai kekuasaan semata. Artinya Pemilu 2009 merupakan pesta demokrasi borjuasi yang tidak akan membawa penyelesaian atas kemiskinan dan masalah-masalah yang dialami oleh kaum buruh dan rakyat Indonesia. Termasuk Calon Independen yaitu ruang yang disediakan kekuasaan borjuasi hari ini dengan dimungkinkannya Calon diluar Partai juga bukan jalan alternative, cara ini (Calon Independen) adalah merupakan ilusi dan bentuk respon penguasa borjuasi atas ketakutannya dalam mempertahankan kekuasaannya dan hal ini hanya melegitimasi pemerintah borjuasi dalam memainkan sandiwara demokrasinya.

Maka untuk itu GSBI menyerukan kepada kaum buruh khusunya anggota GSBI dan juga segenap lapisan masyarakat untuk terus meningkatkan belajar akan arti, makna penting serta manfaatnya pemilu bagi peningkatan kesejahteraan dan Penyelesaian masalah-masalah pokok rakyat dan bangsa Indonesia hari ini, selanjutnya untuk tidak menyandarkan penyelesaian masalah melalui pemilu dan ruang-ruang yang disediakan pemerintah hari ini, dimana sesungguhnya ruang yang disediakan pemerintah borjuasi hari ini merupakan ilusi dan opera demokrasi yang semu, untuk itu marilah kita menggelorakan perjuangan dengan membentuk dan memperkuat organisasi-organisasi massa rakyat serta menuntut kepada pemerintah untuk memberikan hak-hak sosial, ekonomi dan politik itulah yang paling pokok bagi kaum buruh dan seluruh rakyat.

  1. GSBI Menyerukan kepada seluruh anggota dan perangkat organisasi disemua tingkatan untuk melakukan konsolidasi dan menyiapkan segala potensi mobilernya, serta mengajak seluruh kaum buruh Indonesia, kaum tani, kaum miskin kota, dan seluruh lapisan masyarakat bersama-sama untuk turun kejalan dalam Merayakan Hari Buruh Internasional (May Day/satu Mei 2008) untuk menuntut kepada pemerintah memberikan hak-hak sosial ekonomi dan hak politik kita sebagai rakyat Indonesia serta menyelesaikan masalah-masalah pokok saat ini yang dialami oleh seluruh buruh dan rakyat Indonesia. Dan menuntut 1 Mei untuk ditetapkan sebagai Hari Buruh dan Hari Libur Nasional.

  1. Selanjutnya GSBI, sebagai organisasi massa yang menghimpuan kaum buruh juga memberikan pandangan, pendirian dan sikap mendukung atas upaya-upaya perjuangan yang dengan gigih dan berani yang sedang dilakukan oleh kaum buruh, serikat-serikat buruh/pekerja, serikat-serikat tani, organisasi pemuda mahasiswa, perempuan, nelayan, masyarakat adat, kaum miskin kota dan golongan professional lainnya untuk memperjuangkan hak-hak sosial ekonomi dan hak-hak demokratis lainnya.

Demikian resolusi/pandangan dan sikap politik GSBI yang dibuat melalui Rapat Pleno Ke-III Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Serikat Buruh Independen. (DPP.GSBI) atas situasi perburuhan dan kebijakan perburuhan serta situasi politik dewasa ini.

“Galang Solidaritas Lawan Penindasan”

Klas buruh Indonesia Pemimpin Pembebasan

Selamat Menyambut Perayaan Hari Buruh Internasional (MAY DAY 2008)

Kaum Buruh Sedunia Bersatulah

Jakarta, 11 Maret 2008

Dewan Pimpinan Pusat

GABUNGAN SERIKAT BURUH INDEPENDEN

Federation of Independent Trade Union

( DPP. GSBI )

RUDY HB. DAMAN EMELIA YANTI MD. SIAHAAN

Ketua Umum Sekretaris Jenderal

Dewan Pimpinan Pusat

Gabungan Serikat Buruh Independen

( DPP. GSBI)

Jl. Raya Lenteng Agung No.02 Rt.004/03

Srengseng Sawah Jakarta Selatan 12640

INDONESIA Telp/Fax : (021). 7864203

Email : gsbi_pusat@yahoo.com / infogsbi@gmail.com

Blog : http://infogsbi.blogspot.com/

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar dan jangan meninggalkan komentar spam.

emo-but-icon

Terbaru

Populer

Arsip Blog

item